Pigeon Hole: Ketika “Lebih Banyak” Bertemu “Lebih Sedikit”
? Bayangkan ada 5 burung dan hanya 4 sarang. Ke mana burung-burung itu akan pergi? Kita mungkin tidak tahu sarang mana yang akan ditempati lebih dari satu burung. Tetapi ada satu hal yang pasti: Setidaknya satu sarang akan ditempati oleh lebih dari satu burung. Inilah ide dasar dari Prinsip Sarang Merpati atau Pigeonhole Principle. Menariknya, prinsip ini tidak hanya berbicara tentang burung dan sarang. “Burung” bisa saja berupa: ??? siswa ? warna ? bilangan ? kaus kaki ? tanggal lahir ? kartu ? data ? titik atau objek apa pun. Sedangkan “sarang” bisa berupa kelompok, kategori, tempat, atau kondisi yang digunakan untuk mengelompokkan objek tersebut. Jadi, tantangan sebenarnya adalah: “Apa yang menjadi objek?” “Apa yang menjadi sarangnya?” Ketika kamu berhasil menemukan keduanya, sebuah persoalan yang awalnya terlihat rumit bisa menjadi jauh lebih sederhana.
Jika lebih dari n objek ditempatkan ke dalam n kotak, maka setidaknya ada satu kotak yang berisi lebih dari satu objek.
Secara sederhana:
Objek > Kotak ? Pasti Ada Kotak yang Berisi Lebih dari 1 Objek
Contoh:
Ada 6 siswa dan hanya 5 kelompok.
Karena jumlah siswa lebih banyak daripada jumlah kelompok, maka setidaknya satu kelompok harus berisi minimal 2 siswa.
Kita tidak perlu mengetahui siapa siswa tersebut atau kelompok mana yang memiliki anggota lebih banyak.
Yang dapat kita pastikan adalah pasti ada setidaknya satu kelompok yang berisi lebih dari satu siswa.
